Mahasiswa FBS UNIKAMA Perkuat Kepedulian Lingkungan dan Lestarikan Budaya Jawa melalui International Community Service di Malaysia

Melaka, Malaysia – 25 Juli 2026 – Rangkaian International Community Service Program yang diikuti mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) kembali menghadirkan pengalaman bermakna melalui kolaborasi internasional yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat. Bertempat di Perkampungan Jawa, Kampung Paya Dalam, Melaka, Malaysia, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan bersama Persatuan Warisan Anak Jawa (PERWAJAH) dan warga setempat sebagai upaya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus melestarikan budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun di Malaysia.

Mengusung semangat think globally, act locally, mahasiswa menginisiasi pelatihan pembuatan kompos organik sebagai salah satu solusi sederhana dalam mengurangi limbah rumah tangga. Kegiatan ini berangkat dari hasil pengamatan terhadap banyaknya limbah organik yang dihasilkan dari minuman yang populer di Malaysia, seperti teh ais dan teh tarik. Ampas daun teh yang umumnya dibuang setelah proses penyeduhan diperkenalkan sebagai bahan baku pembuatan kompos yang ramah lingkungan. Bersama warga, mahasiswa mempraktikkan secara langsung proses pengolahan limbah tersebut menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman, sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan pelestarian budaya bersama PERWAJAH dan masyarakat Kampung Paya Dalam. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat keturunan Jawa di Malaysia melalui pembelajaran bahasa Jawa, pengenalan tarian tradisional Jawa, serta pembacaan geguritan sebagai bagian dari kekayaan sastra Jawa. Interaksi yang terjalin menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus menunjukkan bahwa budaya dapat terus hidup dan berkembang meskipun berada jauh dari tanah asalnya.

Sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat, mahasiswa juga menyerahkan bantuan fasilitas penunjang kegiatan komunitas kepada PERWAJAH. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas komunitas dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan warisan budaya Jawa kepada generasi muda maupun masyarakat luas. Penyerahan fasilitas ini menjadi simbol komitmen mahasiswa bahwa kegiatan pengabdian tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Kolaborasi ini memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa karena tidak hanya menjadi sarana untuk berbagi ilmu, tetapi juga kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat yang hingga kini tetap menjaga identitas budaya Jawa di tengah kehidupan multikultural Malaysia. Semangat warga Kampung Paya Dalam dalam mempertahankan bahasa, seni, dan tradisi menjadi inspirasi bahwa pelestarian budaya memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Sejalan dengan semangat kegiatan, salah satu pesan yang mengemuka selama kolaborasi bersama PERWAJAH adalah bahwa warisan budaya akan tetap hidup apabila terus dipelajari, dicintai, dan dilestarikan oleh setiap generasi. Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan melalui tindakan nyata.

Melalui International Community Service Program, Fakultas Bahasa dan Sastra UNIKAMA terus mendorong mahasiswa untuk menjadi generasi yang unggul secara akademik, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, serta mampu berkontribusi dalam pelestarian budaya di tingkat internasional. Diharapkan kolaborasi ini menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat antara UNIKAMA, PERWAJAH, dan masyarakat Kampung Paya Dalam, serta membuka peluang bagi lahirnya berbagai program pengabdian dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan di masa mendatang.

Red. Ken Kumala

Scroll to Top